Minggu, 19 Mei 2013

PORSENI, bukan untuk kemenangan tapi kebersamaan

             ^_^ Bismillah, sudah lama tidak menulis lagi di blog kesayangan ini. Yup, kali ini aku mau membahas pengalamanku sekali lagi. Tahun lalu, tepatnya 12 Februari (12/02/2012) teater tempatku berkecimpung mengadakan Pentas Mandiri, lalu aku posting pengalaman proses selama hampir 1 bulan. 
             Tapi sekarang, sudah beda lagi pengalamannya, beda lagi atmosfernya, beda lagi semuanya. Tepat pada tanggal 13 Mei 2013 yang lalu, telah di selenggarakan Lomba PORSENI cabang teater tingkat SMP, tempatnya di Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, tempatnya tidak begitu jauh, cukup menyewa angkutan kota kami sudah bisa melaju kencang ke sana.Weitss, tapi jangan salah sangkat dulu, bukan soal pentasnya yang aku suguhkan untuk para pembaca, namun PROSESnya. Tanpa proses, tidak mungkin tercipta sebuah drama apik dari teater WADTERA ^_^ 


 www.seni-matahari.blogspot.com 
               First, itu dia halaman awal naskah yang teaterku garap waktu berproses, berjudul CALON ARANG, aku pikir kalian tahu cerita itu. Cerita yang berasal dari Bali, menceritakan seorang dukun wanita sakti mandraguna bernama Calon Arang yang murka karena anak perempuannya selalu mendapat gunjingan dari warga desa. Akhirnya dukun itu mengutuk seluruh penduduk desa dibantu dengan beberapa muridnya, ia mengirim sebuah penyakit yang tidak bisa sembuh dan yang paling mengenaskannya di akhir penderitaan warga desa
itu, mereka akhirnya mati karena penyakit itu. Namun, jangan dipikir tidak ada titik penyelesaian, seorang Mpu yang di utus oleh raja Airlangga yang tak lain adalah anak dari Calon Arang untuk menghentikan perbuatan dukun itu. 
               Lalu, kenapa Airlangga menjadi raja sedangkan Calon Arang tinggal di desa terpencil ? Menurut buku yang pernah aku baca, dia dibuang karena ketahuan menggunakan ilmu hitam di dalam kerajaan. Dia di buang di desa Girah bersama Ratna Manggali anak perempuannya. Kembali ke pokok cerita, Mpu baradah mengutus anaknya yang bernama Bahula (ini masih di ragukan apa benar Bahula anak atau murid dari Mpu Baradah) untuk menikah dengan Ratna Manggali dan mencuri kitab ilmu hitam milik Calon Arang. Ya, kemenangan selalu menang, setelah membaca kitab itu dan Calon Arang mengendus bahwa kitab miliknya sudah di bawa oleh Mpu Baradah, akhirnya mereka bertarung, banyak versi mengenai cara kematian Calon Arang, tapi tepatnya belum di ketahui.
              Yup, itu tadi sedikit cuplikan cerita mengenai naskah itu. Sudah di jabarkan mengenai naskahnya, sekarang para pemainnya, ini dia daftar para pemain di naskah "Calon Arang" :
               1.RAHMAWATI I. RAHAYU sebagai CALON ARANG
               2.DIYAN WAHYU AMALIA sebagai MURID 1
               3.QANSANYA HADIE 'AINA sebagai MURID 2
               4.INTAN DIAN NOVITA F. sebagai RATNA MANGGALI
               5.DHANANG PUTRA SATRIA K. sebagai BAHULA
               6.M. ILHAM HIDAYAT sebagai MPU BARADAH
               Sebuah drama tidak lepas dari sutradara, orang yang paling berpengaruh dalam penggarapan sebuah drama. Penentu jalan cerita drama ini mau di konsep seperti apa. Seperti tahun lalu, kali ini yang menytradarai adalah pelatih kami tercinta, mas SIGIT YITMONO AJI dan tak lepas dari masukan guru kami yang paling mempesona, mas EDI HARSOYO dan bantuan untuk penggarapan musik dari mas PURWANTO.
                Perjuangan kami tidak mudah, menggarap drama yang berdurasi hanya 15 menit itu sesuatu yang harus menguras otak sutradara kami. Tapi di balik keringat-keringat yang menetes pada ubin-ubin aula sekolah, disitu ada setitik semangat, itulah yang membuat kami semangat hingga akhir perjuangan kami, hingga perang kami tiba pada 13 Mei 2013 itu. Lawan kami tidak tanggung-tanggung, kami bersaing sehat dengan SMP Tembelang, SMPN 1 dan 2 Jombang. Tapi pada waktu lomba, teman kami itu tidak menampakkan diri, padahal itu yang menggenjot semangat kami untuk lebih baik lagi dalam berproses, dan akhirnya, kami duduk di peringkat PERTAMA, dan mulai bersiap membawa nama JOMBANG di tingkat PROPINSI ^_^ 
                 "SEMANGAT PORSENI !" itu yang selalu aku katakan pada teman-teman, sebagai Ketua, aku tidak boleh lengah menyumbang semangatku, walau saat itu aku tidak bisa ikut berproses secara maksimal. Ada saat di mana mereka down dengan segala pemberitahuan mengenai persaingan teater di Jombang, memang tidak gampang, karena persaingan teater di Jombang pun sangat sengit. Mereka bercerita padaku dengan segala yang mereka rasakan, tapi aku tidak boleh ikut merasakan downnya mental mereka, aku harus lebih semangat, supaya bisa tertular pada mereka ^_^. Aku tidak berharap apapun, melihat mereka bahagia saja aku sudah sangat bahagia.
                 Yup, ini masih sekelumit kisah proses WADTERA ke PORSENI, masih ada cerita-cerita lain, masih ada tulisan lain yang menunggu di tulis untuk di baca para pembaca, masih ada proses lagi setelah ini, menuju propinsi menjunjung nama Jombang ^_^v. Sekian sedikit pengalaman teaterku tercinta, semoga bisa di apresiasi. Salam budaya ..

Matahari Adi. Saiful B.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar